Proses Berpikir dan Berbahasa pada Anak

Proses Berpikir

     Dalam berfikir kita akan mendapatkan sebuah informasi baik informasi yang bisa di ambil dalam memori yang lalu atau dari informasi yang baru didapatkan, dapat kita contohkan saat kita belajar psikologi kognitif kita banyak mengingat tentang otak dan otak itu sudah dipelajari saat SMA hingga dapat mengambil informasi-informasi yang lalu saat masih di SMA dahulu. Proses berfikir ini sudah ada pada sejak didalam kandungan contohnya didalam kandungan bayi dapat mendengar suara-suara ibunya dan informasi itu masuk kedalam memorinya sehingga terjadi respon dari bayi didalam kandungan tersebut.
     Psikologi kognitif merupakan hal yang harus dipahami dengan baik karena dengan proses berfikir manusia dapat belajar dari kesalahan dimasa lalu dan dari ini kesalahan tersebut menjadi bahan informasi di masa depan agar tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Dari berfikir juga dapat mengembangkan ide-ide yang cemerlang dan manusia juga dapat belajar suatu hal yang baru tentang cara-cara manusia berfikir ketika mempelajari bagaimana manusia memikirkan tentang berfikir. Banyak sekali pengertian-pengertian tentang kognisi (berfikir) diantaranya adalah:
a.        Neiser : kegiatan manusia untuk mengetahui , memperoleh, mengorganisasikan dan menggunakan pengetahuan.
b.        Anderson : memahami mekanisme dalam berfikir manusia.
     Berpikir adalah hal yang selalu dilakukan setiap saat dan juga wajib. Tanpa berpikir kita manusia tidak dapat melakukan hal apapaun. Karena sumber dari tindakan kita tidak lain adalah dari berpikir. Jika manusia tidak berpikir manusia itu bisa saja dikatakan lumpuh karena ia tidak dapat memanfaatkan fungsi otak kita untuk berpikir.
     Dari definisi ini berfikir manusia dapat mengetahui dan bahkan bisa menggunakan pengetahuan. Contohnya saat ada orang yang belajar sepeda, dia berfikir bagaimana caranya untuk bisa menjalankan sepeda ini dengan seimbang dan baik, sehingga dia belajar pada ayahnya untuk mengetahui cara menjalankan sepedanya saat sudah tau dia dapat mengorganisasikan sepedanya dan menggunakan sepedanya dengan baik karna sudah tau pengetahuannya tentang cara mempelajari sepeda.
Proses Berpikir Menurut beberapa Ahli
     Menurut Khodijah dalam buku Psikologi Belajar, secara sederhana, berfikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berfikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berfikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item.
     Morgan, dkk., masih dalam buku Khodijah “Psikologi Belajar” membagi dua jenis berfikir, yaitu berfikir autistik dan berfikir langsung. Berfikir austik atau austic thinking yaitu proses berfikir yang sangat pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya mimpi. Sedangkan berfikir langsung atau directed thinking yaitu berfikir untuk memecahkan masalah. Selanjutnya, menurut Kartono dalam buku “Psikologi Belajar” karangan Khadijah mengemukakan bahwa terdapat enam pola berpikir, yaitu:
a.        Berpikir konkret, yaitu berpikir dalam dimensi ruang, waktu, dan tempat tertentu.
b.        Berpikir abstrak, yaitu berpikir dalam ketidakberhinggaan, sebab bisa dibesarkan atau disempurnakan keluasannya
c.         Berpikir klasifikatoris, yaitu berpikir mengenai klasifikasi atau pengaturan menurut kelas-kelas tingkat tertentu
d.        Berpikir analogis, yaitu berpikir untuk mencari hubungan antarperistiwa atas dasar kemiripannya
e.        Berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan pengertian yang lebih kompleks disertai pembuktian-pembuktian
f.          Berpikir pendek, yaitu lawan berpikir ilmiah yang terjadi secara lebih cepat, lebih dangkal dan seringkali tidak logis.

Berbahasa pada Anak
    
Ketika anak tumbuh dan berkembang terjadi peningkatan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Produk bahasanya secara bertahap kemampuan anak meningkat bermula dari mengekpresikan mimik wajah dengan cara berkomunikasi. Alat komunikasi berbicara pada anak menggunakan gerakan dan tanda isyarat untuk menunjukkan keinginannya secara bertahap dan berkembang menjadi suatu komunikasi melalui ajaran yang tepat dan jelas. Perkembangan fonologi berkenaan dengan adanya pertumbuhan dan produksi sistem bunyi dalam bahasa bagian terkecil dari sistem bunyi tersebut dikenal dengan nama fonem yang dihasilkan sejak bayi lahir hingga 1 tahun. Sedangkan morfologi berkenaan dengan pertumbuhan dan produksi arti bahasa. Disini akan membahas dua tipe perkembangan anak didalam berbicara, yaitu :
1.        Egosentrie Speech Terjadi pada anak berusia 2-3 tahun, dimana anak berbicara pada dirinya sendiri pada saat main boneka.
2.        Socialized Speech Terjadi ketika anak sedang berinteraksi pada temannya dan didalam lingkungan. Hal ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi sosial anak
Tujuan Berbicara Adapun tujuan dari berbicara yaitu untuk memberitahu, menghibur, melapor, membujuk, dan menyakinkan seseorang, ada beberapa faktor yang dapat dijadikan dalam aspek kebahasan, yaitu :
1.        Ketepatan ucapan (pelafalan)
2.        Penekanan atau penempatan nada dan durasi yang sesuai
3.        Pemilihan kata
4.        Ketepatan sasaran pembicaraan (tata krama)
Sedangkan faktor aspek non kebahasaan yaitu :
1.        Sikap tubuh, pendangan, bahasa tubuh, mimik wajah yang tepat
2.        Kesediaan menghargai pembicaraan maupun gagasan orang lain.
3.        Kenyaringan suara dan kelancaran dalam berbicara
4.        Relevansi, penalaran, dan penguasaan terhadap topik.
Adapun beberapa cara orang dewasa mengajarkan bahasa bayi sebagai berikut :
1.        Motherese, recasting (menyusun ulang).
2.        Echoing (menggemakan)
3.        Expanding (memperluaskan)
4.        Labeling (memberi nama).
Motherese yaitu berbicara pada bayi dengan suatu frekuensi dan hubungan yang lebih luas dan menggunakan kalimat yang sederhana. Recasting yaitu suatu pengucapan makna atau kalimat yang sama dengan menggunakan cara yang berbeda contohnya : dengan mengubah suatu pertanyaan. Echoing adalah mengulangi apa yang telah dikatakan anak, khususnya ungkapan atau bahasa anak yang belum sempurna. Expanding adalah menyatakan ulang apa telah dikatakan anak dalam bahasa yang baik untuk suatu kosa kata. Labeling adalah mengidentifkasi nama-nama benda.
     Keterlambatan berbicara pada anak tidak hanya mempengaruhi penyesuaian akademis dan pribadi anak. Pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca pada awal anak masuk sekolah. Banyak penyebab keterlambatan bicara pada anak umumnya adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang membuat anak tidak mungkin belajar berbicara sama baiknya seperti teman-teman sebayanya, yang kecerdasannya normal atau tinggi kurang motivasi karena anak mengetahui bahwa mereka dapat berkomunikasi secara memadai dengan bentuk prabicara dorongan orangtua, terbatasnya kesempatan praktek berbicara karena ketatnya batasan tentang seberapa banyak mereka diperbolehkan berbicara dirumah. Salah satu penyebab tidak diragukan lagi paling umum dan paling serius adalah ketidakmampuan mendorong atau memotivasi anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak diberikan rangsangan didorong untuk berceloteh, hal ini akan menghambat penggunaan didalam berbahasa atau kosa kata yang baik dan benar.
     Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak terlihat dari fakta bahwa apabila orang tua tidak hanya berbicara kepada anak mereka tetapi juga menggunakan kosa kata yang lebih luas dan bervariasi, adapun kemampuan anak didalam berbicara yang berkembang sangat pesat dan cepat yaitu contohnya : anak-anak dari golongan yang lebih atau menengah yang orang tuanya ingin sekali menyuruh mereka belajar berbicara lebih awal dan lebih baik. Sangat kurang kemungkinannya mengalami keterlambatan berbicara pada anak. Sedangkan anak yang berasal dari golongan yang lebih rendah yang orang tuanya tidak mampu memberikan dorongan tersebut bagi mereka, apakah kekurangan waktu atau karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya suatu perkembangan bicara pada anak didik tersebut. Gangguan atau bahaya didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :
1.        Kelemahan didalam berbicara (berbahasa) kosa kata
2.        Lamban mengembangkan suatu bahasa atau didalam berbicara
3.        Sering kali berbicara yang tidak teratur
4.        Tidak konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua atau guru.
Kesalahan yang umum didalam pengucapan atau bahasa (berbicara) pada anak yaitu :
1.        Menghilangkan satu suku kata atau lebih biasanya terletak ditengah-tengah kata contohnya : “buttfly” padahal “butterfly”.
2.        Mengganti huruf atau suku kata seperti “tolly” padahal “Dolly”
3.        Menghilangkan huruf mati yang sulit untuk diucapkan oleh anak contohnya : z,w,s,d, dan g.
4.        Huruf-huruf hidup khususnya O yang paling sulit dikatakan anak
5.        Singkatan gabungan huruf mati yang sulit diucapkan oleh anak contohnya : “st, sk, dr, fl, str”.
Adapun faktor-faktor yang terpenting didalam anak banyak bicara yaitu :
1.        Inteligensi Yaitu semakin cerdas anak, semakin cepat anak menguasai keterampilan berbicara.
2.        Jenis disiplin Yaitu anak-anak yang cenderung dibesarkan dengan cara disiplin lebih banyak bicaranya ketimbang pada suatu kekerasan.
3.        Posisi urutan Yaitu anak sulung cenderung atau didorong orangtua untuk banyak berbicara daripada adiknya.
4.        Besarnya keluarga
5.        Status sosial ekonomi
6.        Status ras
7.        Berbahasa du
8.        Penggolongan peran seks


Posted by
Hikman Tartila

More

Bakat dan Kreativitas

1.      PENGERTIAN BAKAT
Bakat alah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir.
Contoh seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisnya dibandingkan seseorang yang kurang berbakat.

1.1.    JENIS – JENIS BAKAT

1)       Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
2)       Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, pemimpin, penceramah, olahraga.
3)       Selain itu bakat khusus yang lain, yaitu :
1.      Bakat Verbal
Bakat tentang konsep – konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata – kata.
2.      Bakat Numerikal
Bakat tentang konsep – konsep dalam bentuk angka.
3.      Bakat Skolastik
Kombinasi kata – kata (logika) dan angka – angka. Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.(Newton, Einstein, dsb.)
4.      Bakat Abstrak
Bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram, ukuran – ukuran, bentuk – bentuk dan posisi-posisinya.
5.      Bakat mekanik
Bakat tentang prinsip – prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat – alat lainnya.
6.      Bakat Relasi Ruang (spasial)
Bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berfikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi. Ini merupakan kecerdasan para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan insinyur mesin. (Thomas Edison,  Pablo Picasso, Ansel Adams, dsb.)
7.      Bakat kecepatan ketelitian klerikal
Bakat tentang tugas tulis menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan lain – lainnya.
8.      Bakat bahasa (linguistik)
Bakat tentang penalaran analistis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain – lainnya.

2.      PENGERTIAN KREATIVITAS

Dalam KBBI, kreatif didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Pada intinya pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitudemaupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Sebenarnya, ada banyak pengertian kreativitas, misalnya ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya melakukan aktivitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan.

Berikut ini kami sajikan beberapa pengertian kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli:
•     Pengertian Kreativitas Menurut  Widayatun: Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.
•     Pengertian Kreativitas Menurut  James R. Evans: Kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran
•     Pengertian Kreativitas Menurut  Santrock: Kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara yang baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik.
•     Pengertian Kreativitas Menurut Semiawan: Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality) dalam pemikiran, maupun ciri-ciri non aptitude, seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.
•     Pengertian Kreativitas Menurut  Munandar: Kreativitas adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.

2.1    Ruang lingkup didalam indonesia kreatif adalah 15 subsektor dari ekonomi         kreatif

1.   Arsitektur
Arsitektur didefinisikan sebagai:
Wujud hasil penerapan pengetahuan, ilmu, teknologi, dan seni secara utuh dalam menggubah binaan dan ruang, sebagai bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia, sehingga dapat menyatu dengan keseluruhan lingkungan ruang.

2.   Desain
Desain dapat didefinisikan sebagai:
Proses pemecahan masalah objektif yang didasari ilmu, analisis, dan kreativitas dengan menambahkan nilai-nilai (diantaranya termasuk nilai identitas budaya yang bergantung dari lokasi dan waktu) dan keuntungan baik secara ekonomis, fungsional, sosial, dan estetika sehingga dapat memberikan solusi subjektif dan nilai tambah (value).

3.   Film, VIdeo dan Fotografi
Film dapat didefinisikan sebagai: Sebuah karya seni yang memuat berbagai ide atau gagasan lewat media audio visual, serta dalam proses pembuatannya menggunakan kaidah-kaidah sinematografi. Yang berperan bukanlah sekedar sebagai media hiburan, alat penerangan, dan media propaganda, tetapi juga dapat memiliki peranan kultural dan pendidikan. Video dalam pemahaman ekonomi kreatif dapat didefinisikan sebagai sebuah aktivitas kreatif, berupa eksplorasi dan inovasi dalam cara merekam (capture) atau membuat gambar bergerak baik dengan kamera maupun piranti lainnya, pada ragam saluran akhir (output) media, yang mampu memberikan karya video alternatif berdaya saing, yang dapat memberikan nilai tambah pada aspek kebudayaan, sosial, dan ekonomi. Fotografi dapat didefinisikan sebagai proses reproduksi citra pada material peka cahaya oleh berbagai bentuk dari energi radiasi, seperti cahaya kasat mata, ultraviolet, infra merah, sinar-x, radiasi atomik,dan tembakan elektron. Hutchinson, Dictionary of the Arts.

4.   Kerajinan
Kerajinan dapat didefinisikan sebagai:
Seni rupa terapan yang merupakan titik temu antara seni dan fungsi, bersumber dari warisan tradisi dan kontemporer yang hasilnya berupa karya seni, kreasikreasi fungsional, hias dan dekoratif serta dapat berupa berbagai macam material, eksplorasi alat teknik dan bahan.

5.   Kuliner
Kuliner sebagai subsektor ekonomi kreatif, didefinisikan sebagai:
Kegiatan persiapan, pengolahan, penyajian produk makanan dan minuman yang menjadikan unsur kreativitas, estetika, tradisi, dan/atau kearifan lokal; sebagai elemen terpenting dalam meningkatkan nilai produk tersebut, untuk menarik daya beli dan memberikan pengalaman bagi konsumen.

6.   Mode
Mode kemudian dapat didefinisikan sebagai:
Suatu gaya hidup dalam berpenampilan yang mencerminkan identitas diri atau kelompok.

7.   Musik
Industri musik itu sendiri dapat kita definisikan sebagai:
Segala jenis usaha dan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan pendidikan, kreasi/komposisi, rekaman, promosi, distribusi, penjualan, dan pertunjukan karya seni musik.

8.   Penerbitan
industri penerbitan definisi sebagai berikut:
Suatu usaha atau kegiatan mengelola informasi dan daya imajinasi untuk membuat konten kreatif, dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar dan/ atau audio ataupun kombinasinya, diproduksi untuk dikonsumsi publik, melalui media cetak, media daring menggunakan perangkat elektronik, ataupun media baru dengan tujuan memiliki keunikan tertentu untuk penambahan potensi dan nilai ekonomi tinggi, nilai sosial ataupun seni dan budaya.

9.   Periklanan
Mengacu pada Etika Pariwara Indonesia, periklanan didefinisikan sebagai berikut:
Suatu bentuk komunikasi melalui media tentang produk dan/atau merek kepada khalayak sasarannya agar memberikan tanggapan sesuai tujuan pemrakarsa.

10. Permainan interaktif
Permainan interaktif dapat didefinisikan sebagai:
Suatu media atau aktivitas yang memungkinkan tindakan bermain berumpan balik dan memiliki karakteristik setidaknya berupa tujuan (objective) dan aturan (rules).

11. Penelitian dan pengembangan
Penelitian dan pengembangan sebagai subsektor dalam industri kreatif adalah :
Kegiatan sistematis untuk mengumpulkan pengetahuan serta mengolahnya dengan tujuan untuk mengkonfirmasi dan/atau merancang dan/atau mengembangkan suatu hal (objek penelitian) menjadi hal yang baru, lebih baik dan inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan dilakukan untuk menghasilkan keuntungan.

12. Seni Rupa Seni rupa dalam konteks ekonomi kreatif
Seni Rupa Seni rupa dalam konteks ekonomi kreatif adalah:
Penciptaan karya dan saling berbagi pengetahuan yang merupakan manifestasi intelektual dan keahlian kreatif, yang mendorong terjadinya perkembangan budaya dan perkembangan industri dengan nilai ekonomi untuk keberlanjutan ekosistemnya.

13. Seni Pertunjukan
Seni Pertunjukan Disesuaikan dengan konteks perkembangan seni pertunjukan yang terjadi di Indonesia dan berdasarkan kerangka pemetaan potensi ekonomi, maka seni pertunjukan didefinisikan sebagai:
Cabang kesenian yang melibatkan perancang, pekerja teknis dan penampil (performers), yang mengolah, mewujudkan dan menyampaikan suatu gagasan kepada penonton (audiences); baik dalam bentuk lisan, musik, tata rupa, ekspresi dan gerakan tubuh, atau tarian; yang terjadi secara langsung (live) di dalam ruang dan waktu yang sama, di sini dan kini (hic et nunc).

14. Teknologi Informasi
Definisi teknologi informasi dalam konteks ekonomi kreatif adalah:
Suatu proses menghasilkan ide atau gagasan agar menghasilkan suatu karya yang memiliki nilai tambah yaitu teknologi sebagai teknik dalam mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi untuk memudahkan pengguna saling berinteraksi melalui jaringan komputer.

15. Televisi dan Radio
Definisi televisi dan radio dalam industri kreatif dapat dijabarkan sebagai berikut ini:
Radio adalah kegiatan kreatif yang meliputi proses pengemasan gagasan dan informasi yang mengedukasi dan menginspirasi penikmatnya dalam bentuk suara yang disiarkan kepada publik dalam bentuk virtual secara teratur dan berkesinambungan. Televisi adalah kegiatan kreatif yang meliputi proses pengemasan gagasan dan informasi yang mengedukasi dan menginspirasi dalam bentuk suara dan gambar, serta disiarkan kepada publik dalam bentuk virtual secara teratur dan berkesinambungan.


Referensi:
•     http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-kreativitas-menurut-para-ahli.html#_
•     Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
•     http://diaryan2.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-jenis-bakat-minat-dan.html
•     http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Kreatif

Posted by
Hikman Tartila

More

Biografi March Tian Boedihardjo


    March Boedihardjo, satu dari banyak anak berprestasi Indonesia keturunan Tionghoa lahir pada tahun 1998 di Hongkong. March Boediharjo dan keluarganya adalah orang Indonesia yang bermukim di Hongkong. Dan ketika tahun 2005, March dan keluarganya hijrah ke United Kingdom, ketika kakak laki-lakinya, Horatio Boediharjo yang saat itu berusia 14 tahun mendapat beasiswa di Oxford University, dalam program Phd, dan membuat ia menjadi salah satu siswa termuda di universitas itu. Kedua anak keturunan Boediharjo ini memang menunujukantalenta lebih dalam bidang ilmu matematika, ayahnya memang sudah sejak kecil mengenalkan matematika kepada kedua anaknya ini, bahkan ketika makan pun yang mereka bicarakan adalah soal matematika. March menyelesaikan sekolah menengahnya di Inggris ketika ia dan keluarganya menemani kakaknya menempuh pendidikan di Ingris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut. Ia juga mendapatkan 8 GCSEs dalam waktu yang sama dengan ketika ia mengikuti ujian A-level di Inggris. Setelah itu, ia pun mendaftarkan diri ke Baptist Hong Kong (HKBU), sebenarnya March sudah melamar ke beberapa universitas lain di Hong Kong. Di antaranya yaitu Universitas of Hong Kong, Hong Kong University of Science and Technology, dan Chinese University of Hong Kong. Namun, sayangnya universitas-universitas itu belum memberikan jawaban, aku ayah March. Sebenarnya, March ingin menyusul kakaknya yang berusia 14 tahun yang melanjutkan pendidikan di Oxford University di Inggris, namun sayangnya keluarga mereka tidak punya cukup uang, waluapun ayahnya adalah seorang pengusaha karena biaya hidup di Inggris itu sangat mahal dan akhirnya March dan orang tuanya pun harus kembali ke Hongkong lagi meninggalkan kakaknya yang sedang menempuh pendidikan di Oxford.

     Ia mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). Di tahun-tahun pertamnya dia mengkritik bahwa pelajaran yang diajarkan terlalu mudah. Ia mendapatkan B+dan A- di hampir semua ujian matematika yang membuat ia masuk ke dalam daftar Dean, yaitu penghargaan bagi siswa yang memiliki IPK 3.00-3.49 dengan tidak ada nilai dibawah C. March juga akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun yaitu pada tahun 2010. Dia juga mengkritik bahwa ia tidak punya kesan baik terhadap rekan kuliahnya. "Mereka tidak memberi tanggapan (di ruang kuliah). Mereka cuma mendengarkan dan satu sama lain tidak berinteraksi," katanya. Anak itu mengatakan rekannya di sekolah sebelumnya "ingin bermain", tidak seperti mahasiswa perguruan tinggi. Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya.”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.
       Seorang wartawan BBC di Hongkong, Vaudine England pernah mewawancarinya suatu saat dan ia berkata bahwa March Tian Boedihardjo tidak beda dengan bocah-bocah lain yang berusia 9 tahun, ia masih memiliki sisi kejenakaan khas anak-anak dan March juga mengaku bahwa selain ia hobi melahap dan mempelajari semua buku matematika miliknya, ia juga sangat senang bermain catur, monopoli, dan lego.


Referensi :
-  http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/02/biografi-march-boedihardjo-mahasiswa.html
-  http://hk.apple.nextmedia.com/news/first/20070824/10065158
-  http://www.twwiki.com/wiki/%E6%B2%88%E8%A9%A9%E9%88%9E

Posted by
Hikman Tartila

More

Andre Christian

    Andre Christian, teman saya yang satu ini sangat berbakat dalam menggambar tokoh kartun Jepang (Manga). Menurut penuturan pria yang biasa disapa Andre, ketertarikannya pada seni menggambar dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar, pada waktu itu ia hanya iseng menggambar, namun lama kelamaan keisengannya tersebut menjadi kegemarannya,



ini salah satu hasil coretannya

Posted by
Hikman Tartila

More

Pendidikan Di Indonesia

Menurut  Vincent Gaspersz  yang saya kutip dalam sebuah artikel Kualitas Sistem Pendidikan di Indonesia pada 15 Maret  2015 pada pukul 12.24 WIB mengatakan bahwa
SISTEM pendidikan di Indonesia memang UNIK dan ANEH. Semua permasalahan pendidikan, termasuk KUALITAS yang rendah, selalu dibebankan kepada siswa/mahasiswa. Perbaikan BUKAN meningkatkan kualitas sistem pendidikan melalui menerapkan Total Quality Management in Education (TQME) tetapi menambah beban belajar kepada siswa/mahasiswa.
Mengikuti sistem pendidikan di negara-negara maju, peran guru/dosen yang HARUS menutupi gap (kesenjangan) antar-siswa/mahasiswa dalam kelas, sehingga TIDAK ADA istilah siswa/mahasiswa tahan kelas atau TIDAK LULUS. Sebaliknya di Indonesia para siswa/mahasiswa yang ditambah beban belajarnya, BUKAN guru/dosen yang "dimotivasi" untuk belajar bagaimana meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga lulusan dari sistem pendidikan dapat berkompetisi di pasar tenaga kerja global.
Contoh nyata dalam Peraturan Mendikbud RI No. 049 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Agar meningkatkan  "kualitas pendidikan tinggi", maka jumlah SKS untuk mahasiswa pascasarjana (S2) ditambah dari 36 SKS menjadi 72 SKS, yang berarti lama studi yang normal selama empat semester ditambah menjadi sekitar delapan semester (empat tahun).  Pada saat yang sama, pendidikan pascasarjana (S2) dalam bidang bisnis (seperti MBA/MM) di USA sedang dipertimbangkan untuk dikurangi dari lama belajar selama dua tahun menjadi satu tahun, karena negara-negara di Eropa sekarang telah menyelenggarakan pendidikan MBA/MM dalam waktu 10-12 bulan saja.
Sekolah-sekolah bisnis di Eropa, meskipun memberlakukan jalur cepat untuk memperoleh MBA/MM hanya dalam maksimum 12 bulan (selama empat periode @tri-wulan), tetapi sekolah-sekolah itu  bereputasi kelas dunia melalui terakreditasi AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business). Sedangkan di Indonesia baru hanya ada satu sekolah yang terakreditasi AACSB, yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM (itupun akreditasi AACSB baru diperoleh Mei 2014, dalam proses yang panjang dan berliku sekitar delapan tahun).
Hal ini yang disebut UNIK, karena di negara-negara maju proses pendidikan didesain dan diimplementasikan agar CEPAT menghasilkan standar lulusan yang berkualitas dan diakui dunia (reputasi kelas dunia) melalui seleksi mata pelajaran yang diajarkan sesuai kebutuhan, tetapi di Indonesia proses pendidikan "sengaja diperlambat" melalui menambah mata pelajaran tanpa jaminan standar lulusan yang berkualitas dan diakui dunia (reputasi kelas dunia).
Di samping ke-UNIK-an di atas, maka ke-ANEH-annya adalah meskipun sistem pendidikan di Indonesia telah "menambah waktu dan beban belajar", tetapi ranking pendidikan di Indonesia adalah yang paling rendah (nomor 40) dari ranking 40 negara di dunia, berdasarkan publikasi terbaru dari Pearson Education (2014).


Posted by
Hikman Tartila

More

Sensasi & Persepsi Dalam Psikologi


·         Sensasi adalah proses menangkap stimuli melalui alat indra. Berasal dari kata sense, yg berarti alat indra, yg menghubungkan organisme dengan lingkungannya
·         Persepsi adalah, cara kita menginterpretasi atau mengerti pesan yg telah diproses oleh sistem indrawi kita

Perbedaan sensasi dan persepsi sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan ( terapi bukan dengan emosi ), sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognitif.
Faktor-faktor pada persepsi :

A.    Faktor internal :
Merupakan faktor yang terdapat dalam diri individu sendiri

1.    Indra, syaraf dan penyusunannya
Hasil dari persepsi sendiri dipengaruhi oleh panca Indra dan susunan sistem syaraf yang di miliki oleh individu, karena kemampuan atau ambang batas panca indera dan responsif syaraf setiap individu berbeda-beda. Setiap sistem syaraf memiliki Neuron yang berfungsi sebagai penghubung dan penerus rangsangan yang diterima kepada organ-organ. Sementara Panca indra sendiri ada 5 yaitu indra pengecap, penciuman, peraba, pendengaran, dan penglihatan

Dalam Psikologi ada 2 indra lagi yaitu :
·         Indra kinestesis, adalah indra yg memberi informasi ttg posisi tubuh dan anggota badan
·         Indra Vestibular, adalah indra keseimbangan. Indra ini menolong menjaga keseimbangan misalnya saat seorang naik sepeda. Alat indra ini berada dalam di bagian dalam telinga

2.    Perhatian
Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu objek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap objek juga berbeda dan hal ini berpengaruh pada persepsi terhadap suatu objek.

3.    Minat
Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.

4.    Kebutuhan yang searah.
Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

5.    Pengalaman dan ingatan.
Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.

6.    Suasana hati.
Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

B.    Faktor external :
Merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya

1.    Objek yang di persepsikan

·         Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus.
Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
·         Warna dari obyek-obyek.
     Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
·         Keunikan dan kekontrasan stimulus
Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
·         Intensitas dan kekuatan dari stimulus.
Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
·         Motion atau gerakan
Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

2.    Nilai-Nilai dan kebutuhan individu

Meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada persepsi individu.
     Contoh :
     memotong sapi di negara-negara seperti amerika dianggap biasa saja, namun di india hal tersebut di persepikan sebagai hal yang  dilarang ( haram)

Selain itu ada juga yang dikenal dengan :
·         Intensitas Stimuli
Yaitu kecenderungan memperhatikan stimuli yang menonjol dari stimuli yang lain, dengan kata lain semakin menonjol stimuli tersebut maka semakin ia dapat menarik perhatian individu.
·         Kebauran (Novelty)
Hal-hal yang baru dan luar biasa, yang beda, akan menarik perhatian. Perulangan, hal-hal yang disajikan berkali-kali bila disertai sedikit variasi akan menarik perhatian.

Posted by
Hikman Tartila

More

Definisi dan Cara Mengetahui Bakat Sendiri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bakat /ba·kat /n 1 alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; 2 dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir:
Adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus.

Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tentang bakat, antara lain:
  1. Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu”.
  2. Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.”
  3. Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
  4. Menurut Guilford bakat adalah kecakapan yang dimiliki seseorang sejak lahir untuk melakukan sesuatu.
  5. Menurut Sukardi bakat adalah kualitas yang dimiliki individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang dimasa yang akan datang.
Beberapa cara mengetahui bakat diri sendiri

  • REFLEKSI. Anda akan kesulitan memahami diri sendiri apabila jarang sekali melakukan refleksi. Para periset selalu menemukan bahwa orang-orang sukses menduduki puncak karir senantiasa melakukan refleksi. Refleksi ini ibarat cermin yang menunjukan kepada diri cara mengetahui bakat diri sendiri. Apa yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi tindakan yang Anda ambil dan apa dampaknya. Misalnya ketika Anda tidak mencapai target tertentu dalam kerja maupun kehidupan, itulah saat tepat untuk melakukan refleksi. Ajukan pertanyaan, "Mengapa?"
  • MINAT. Cara mengetahui bakat diri sendiri dapat dilakukan dengan mendata apa minat Anda. Minat biasanya tumbuh karena adanya Anda cerdas di bidang itu. Misalnya Anda cerdas dalam negosiasi dan melobi. Kemungkinan bakat Anda terletak pada INTERPERSONAL dan LINGUISTIC. Semua hal yang berhubungan dengan kecerdasaan interpersonal dan linguistic akan mudah Anda kuasai. Misalnya kemampuan public speaking, menulis, atau membangun tim.

Posted by
Hikman Tartila

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / U-Blog

Template by : Hikman Tartila / powered by :U-Blog